Festival Film Indonesia

Festival Film Indonesia

Ramalan Zodiak Hari Ini 2 Desember 2020 Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo Tentang Cinta

Banyak dari mereka juga kurang tertarik memasarkan filmnya di industri lokal. Mungkin saja ini bergantung pada pemikiran dan sisi independensi filmmaker masing-masing. Mereka juga lebih suka membuat karya dengan selera mereka daripada hanya hidup monoton dengan pasar penonton yang begitu-begitu saja. Tak sembarang judul, hanya film-film artistik dan berkualitas saja yang pantas untuk masuk sebagai jajaran nominasi hingga akhirnya nanti terpilih judul-judul maupun sineas-sineas terbaik untuk menerima penghargaan atas kerja kerasnya sebagai seniman film. Perfilman tanah air belakangan ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Padahal empat film lainnya yang masuk ke nominasi tersebut bersama Mustang memiliki perang dunia sebagai premis cerita. Panel juri untuk Huawei Film Awards diisi oleh dua sutradara film terkemuka; Angga Dwimas Sasongko, sutradara dan produser pemenang berbagai penghargaan, serta Tompi, penyanyi yang baru saja meluncurkan debut filmnya baru-baru ini. Angga dan Tompi telah merampungkan proyek mereka masing-masing, dengan menggunakan HUAWEI Mate 30 Pro sebagai kamera utama.

Angga akan memperkenalkan proyek film pendeknya berjudul “Menanti Keajaiban” yang terinspirasi dari lagu milik Padi. Film ini bercerita tentang dua sahabat, Hana dan Rio, yang berkolaborasi untuk menulis kisah cinta dari Kinan dan Karin. Sementara itu, Tompi akan meluncurkan video musik untuk anaknya, Ayesha, yang sepenuhnya direkam menggunakan HUAWEI Mate 30 Pro, menunjukkan banyak kegiatan bergerak dari Ayesha, mulai dari berlari hingga berenang.

Pengabdi Setan Bersaing Untuk Film Terbaik Ffi

Tak hanya film komersial, banyak film berkualitas telah diproduksi sepanjang tahun ini. Salah satu juri, Maudy Koesnaedi mengatakan sempat kesulitan memilih tiga film terbaik untuk masuk dalam kategori namun ia tetap menikmati setiap proses penilaian. Menurut Konjen, DIFF menjadi salah satu platform yang berpengaruh serta mendukung perkembangan dan kemajuan industri film di kawasan Timur Tengah. Hal ini mendorong semakin terbukanya akses dan interaksi antarbudaya maupun masyarakat umum penikmat film melalui industri perfilman dari berbagai kawasan di dunia, seperti Asia, Afrika, Eropa dan Amerika. Sutradara Shalahuddin Siregar menyatakan kegembiraan dan kepuasannya atas penghargaan ini. Menurutnya, hal ini membuktikan apresiasi dunia internasional terhadap hasil karya sineas Indonesia serta kerja kerasnya bersama tim produksi selama ini. Dikatakannya, proses pembuatan film dokumenter panjang yang baru pertama kali ini dilakukannya cukup lama dan berliku.

Sejak 2015, film – film asal Indonesia absen dari gelaran ini, namun di tahun 2018, Sekala Niskala kembali dan mengangkat nama Indonesia di panggung Berlinale. Film yang dibintangi Marsha Timothy ini meraih pelbagai penghargaan, seperti pemenang NETPAC Jury Award di Five Flavours Asian Film Festival dan skenario terbaik dalam Festival International du Film de Femmes de Sale. Film ini juga menembus Toronto International Film Festival dan Melbourne International Film Festival.

Bahkan proposal pembuatannya sempat beberapa kali ditolak oleh beberapa kalangan di dalam negeri, karena perbedaan pandangan tema yang diangkat dalam film ini. Film garapan sutradara Asun Mawardi ini juga meraih sukses di ajang International Filmmaker Festival of World Cinema London 2016 untuk kategori Best Supporting Actress in a Foreign Language Film dan Best Sound Design. Sedangkan di Internasional Film Festival 2016, film ini mendapat kategori Best Fight Choreographer Feature Film. Melansir pengumuman di situs resmi BIFAN, Kamis (16/7), film yang diedarkan secara internasional dengan judul Impetigore ini sukses meraih penghargaan kategoriMelies Award for Best Asian Film.

Film ini dibintangi oleh Muhammad Khan, Randy Pangalila, Whani Dharmawan, Teuku Rifnu, dan Sujiwo Tejo serta masuk 12 nominasi dari 21 kategori. Adapun delapan penghargaan dari 12 nominasi yang berhasil dibawa pulang Kucumbu Tubuh Indahku di antaranya Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, serta Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Selain itu, kategori Penata Musik Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, dan Penata Busana.

Marsha Timothy juga meraih penghargaan sebagai aktris terbaik di Sitges International Fantastic Film Festival ke-50. Petikan trailer film Sang Penari Film Sang Penari yang tayang tahun 2011 merupakan salah satu film yang berhasil meraih penghargaan terbanyak. Film yang terinspirasi dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala karya Ahmad Tohari ini digarap oleh Ifa Isfansyah dan dibintangi Prisia Nasution. AKURAT.CO, Night Bus, sebuah film yang diproduseri oleh Darius Sinathrya dan Teuku Rifnu Wikana berhasil meraih penghargaan utama yakni Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2017. Untuk kategori film terbaik pilihan audiens atau Audience Award terpilih film Singapura berjudul “Buffalo Boys” arahan sutradara Mike Wiluan. Reza Rahadian berhasil meraih penghargaan sebagai aktor terbaik berkat berperan dalam sederet film ini.

Panitia Berlinale sendiri menyatakan bahwa film ini memiliki cara bertutur yang istimewa dan tidak biasa. Tidak mengherankan tempat streaming film gratis, film ini berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Berlinale, mengalahkan 13 pesaing dari negara – negara lain. Meraih penghargaan di kategori tersebut, film Sekala Niskala bersaing dengan beberapa film lain dari berbagai belahan dunia seperti Prancis, Nepal, dan Italia. Dalam penilaian juri, Sekala Niskala meraih Grand Prix atas kekuatan sinematik, puitik serta cakupan akan resiko, autentisitas dan mistis yang disajikan dengan ritmis film yang benar – benar memukau penonton. Penghargaan dari Berlinale melengkapi sederet prestasi yang sudah diterima Sekala Niskala dari berbagai ajang seperti Toronto International Film Festival, Asia Pasific Screen Awards, Tokyo FILMeX 2017, dan Jogja-Netpac Asian Film Festival. Berlinale sendiri merupakan sebuah festival film kelas dunia yang sudah berlangsung sejak 1951, menjadi salah satu yang prestisius dan paling berpengaruh di dunia.

penghargaan film indonesia

Industri perfilman Indonesia menancapkan kuku semakin dalam di kancah internasional. Pada pemutarannya, Sekala Niskala mendapat respon yang cukup tinggi dan apresiasi luar biasa dari para penggiat sinema dan penonton.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

English
WhatsApp chat